spot_img
spot_img
KolomPERAN ARSIP DALAM HISTORIOGRAFI INDONESIA

PERAN ARSIP DALAM HISTORIOGRAFI INDONESIA

- Advertisement -

(Upaya Menumbuhkan Kecintaan terhadap Pentingnya Arsip Untuk Membangun Peradaban Indonesia)

Oleh; Mustafa Mansur

Fakultas Ilmu Budaya Universitas Khairun

Pendahaluan

Diskurus mengenai dunia kearsipan di Indonesia bukanlah merupakan sesuatu yang baru berkenaan dengan tuntutan perubahan dan modernisasi organisasi, setelah bergulirnya sistem keterbukaan informasi publik dan reformasi birokrasi pasca reformasi 1998. Akan tetapi jauh sebelumnya telah menjadi political will pemerintah sebagai konsekuensi dari pelaksanaan sistem pemerintahan negara. Hal ini bisa dillihat dari Peraturan Presiden Nomor 19 tahun 1961 tentang Pokok-Pokok Kearsipan Nasional (Anonim, t.t.: 3), dan Undang-Undang Nomor 7 tahun 1971 tentang Ketentuan Pokok-Pokok Kearsipan (LN Thn. No. 32). Keduanya merupakan perangkat hukum pelaksanaan kearsipan nasional yang pernah diterapkan di republik ini. Setelah reformasi 1998, penyelenggaraan kearsipan nasional kemudian mengalami penguatan dengan diberlakukannya Undang-Undang Nomor 43 tahun 2009 tentang Kearsipan (LN Thn 2009, No. 152). 

Tulisan ini berupaya menyoroti peranan arsip terhadap kepentingan historiografi Indonesia untuk melihat wajah Indonesia di masa lalu, demi kepentingan Indonesia saat ini dan ke depan. Melalui paper ini, diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran dan kecintaan  warga negara terhadap pentingnya arsip sejarah bangsa Indonesia sebagai bagian dari identitas, memori kolektif, dan pertanggunggung jawaban bukti keberadaan dan kelangsungan peradaban bangsa Indonesia. Dengan begitu, rasa cinta terhadap Indonesia pun akan semakin kuat dalam mewujudkan Indonesia yang lebih beradab

Pembahasan

Indonesia saat ini adalah bagian dari Indonesia masa lalu. Pernyataan ini sengaja diketengahkan untuk menggambarkan bahwa betapa masa lalu memiliki peran yang sangat penting dalam pembentukan nation-state yang dikenal dengan Indonesia. Pengetahuan mengenai masa lalu Indonesia itu diperoleh melalui rekonstruksi sejarah, dan upaya rekonstruksi itu tentunya tidak terlepas dari keberadaan sumber-sumber sejarah, yakni segala sesuatu yang ditinggalkan oleh manusia dari aktifitasnya di masa lalu, baik yang dituliskan maupun diucapkan, dalam bentuk landscape ataupun artefak, benda-benda seni, photo maupun film. Dalam bahasa teknis yuridis, sumber-sumber itu disebut sebagai arsip (Sri Margana, 2011: 1).

Berdasarkan pernyataan di atas, maka arsip memiliki peran penting dalam upaya pembentukan nation-state Indonesia. Artinya melalui arsip, wajah Indonesia pada masa lalu dapat direkonstruksi. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa tanpa arsip, maka sejarah Indonesia mungkin bisa jadi lain, kalau kita tidak mau mengatakan tidak ada. Hal ini mengacu pada suatu paradigma sejarah konvensional yang mengatakan bahwa “no document, no historis” (Waluyo, 2009: 1). Kata “document” yang dimaksud adalah sumber sejarah atau secara teknis yuris disebut arsip

Sejarah tata kearsipan di Indonesia tidak bisa dilepaskan dari sejarah administrasi pemerintahan di Indonesia, yang telah meninggalkan jejaknya dalam berita tertulis sebagai hasil kegiatan administrasi. Demikian pula tidak bisa dilepaskan kondisi sosial-politik serta struktur organisasi dari lembaga atau organisasi yang telah meninggalkan arsip-arsipnya (Parani, t.t.: 1). Dengan demikian, maka kegiatan-kegiatan administrasi yang berkaitan dengan aktivitas perniagaan, pemerintahan dan kehidipan sosial-kemasyarakatan baik pada masa pra kolonial, masa kolonial, dan masa kemerdekaan, merupakan arsip-arsip yang dapat digunakan untuk merekonstruksi sejarah Indonesia, demi Indonesia saat ini dan ke depan.

Dengan menggunakan arsip-arsip kolonial, bukan berarti membuat orientasi historiografi Indonesia berdasarkan kepentingan bangsa penjajah (Colonial Centris), akan tetapi sebagai pintu masuk (open gate) untuk merekonstruksi sejarah Indonesia berdasarkan kepentingan nation-state Indonesia (Indonesia centris). Dalam konteks ini, proses historiografi Indonesia dilakukan berdasarkan sudut pandang orang Indonesia. Hal ini penting dilakukan untuk menumbuhkan kecintaan terhadap Indonesia.

Dengan demikian menjaga, menyelamatkan,dan memberdayakan arsip-arsip tersebut merupakan sikap yang bijaksana, karena dengan begitu  berarti kita telah menumbuhkan rasa cinta terhadap pentingnya pemanfaatan arsip, Arsip diangap penting karena merupakan sumber primer dan menjadi pengetahuan tangan pertama (firsthand knowledge) (Waluyo, 2009: 1). Begitu pentingnya arsip, sehingga ada yang mengatakan bahwa “dunia tanpa arsip adalah dunia tanpa memori, tanpa kepastian hukum, tanpa sejarah, tanpa kebudayaan dan tanpa ilmu pengetahuan, serta tanpa identitas kolektif” (Effendhie, 2008: 1). Menurut Pramoedya Ananta Toer, bahwa arsip sebagai memori karena “arsip membantu seseorang memperbaiki ingatan, arsip menunjukkan kekuatan pribadi pemiliknya, arsip tidak akan berbohong karena ia tidak bisa membantah dirinya sendiri” (Waluyo, 2009: 1). Singkatnya bahwa ingatan manusia dapat hilang, tapi catatan (arsip) itu abadi. Tanpa arsip, suatu bangsa akan mengalami sindrom amnesia kolektif dan akan terperangkap dalam kekinian yang penuh dengan ketidakpastian. Oleh karena itu, tidaklah akan terlalu keliru jika dikatakan bahwa kondisi kearsipan nasional suatu bangsa dapat dijadikan indikasi dari kekukuhan semangat kebangsaannya (Moerdiono dalam Utomo, 2012: 1).

 Berdasarkan pernyataan di atas, dapat pula dikatakan bahwa dengan memberdayakan arsip berarti kita juga telah menyelamatkan bangsa Indonesia sebagai bangsa yang memiliki memori kolektif, sejarah, dan jati diri.  Hal ini mengacu pada suatu pandangan bahwa “dari semua aset negara yang ada, arsip adalah aset yang paling berharga. Ia merupakan warisan nasional dari generasi ke generasi yang perlu dipelihara dan dilestarikan. Tingkat keberadaban suatu bangsa dapat dilihat dari pemeliharaan dan pelestarian terhadap arsipnya”  (Daugty dalam Utomo, 2012: 1). Di sinilah hakekat memahami pentingnya arisp.

Seiring dengan perkembangan teknologi, maka arsip juga harus dapat menjadi bagian dari peradaban teknologi bangsa. Artinya kedudukan arsip harus diletakan pada konteks zaman, di mana arsip harus dapat dikelolah dengan menggunakan teknologi pula. Keberadaan Undang-Undang Nomor 11 tahun 2008 yang telah direvisi menjadi Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektorik (LN RI, Thn 2008, No. 58, Tambahan LN RI Thn 2016 No. 5952) dan Undang-Undang Nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (LN RI Thn 2008, No. 61), sesungguhnya telah memperkuat kedudukan arsip dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Meskipun undang-undang tentang Informasi dan transaksi elektronik tidak menyebut “arsip” dan hanya menyebut kata “dokumen”, namun secara implisit telah memuat penjelasan pengertian arsip dalam bentuk corak apapun.

Dengan meberdayakan media elektronik dengan baik dan bertanggung jawab, maka akan melahirkan kesadaran yang baik akan pentingnya dokumen elektronik sebagai bagian dari arsip. Selain itu, penggunaan media elektronik dengan baik akan melahirkan kesadaran warga negara terhadap kelangsungan peradaban bangsa Indonesia. Dengan demikian, maka akan lahir kecintaan terhadap Indonesia yang bermartabat dan beradap.

Penutup

Arsip memiliki peran penting dalam kepentingan historiografi Indonesia. Kemajuan teknologi saat ini menjamin terlaksananya pengelolaan dan pemanfaatan arsip lebih efektif dan efisien dalam upaya membangun peradaban bangsa Indonesia. Melalui arsip, masa lalu Indonesia dapat direkonstruksi demi Indonesia saat ini dan akan datang.

Dengan demikian menjaga, menyelamatkan, dan memberdayakan arsip berdasarkan nilai guna dan fungsi dalam pelaksanaan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara adalah cerminan terhadap upaya menumbuhkan kecintaan terhadap arsip, dan proses penyelamatan nation-state.

Sumber Bacaan

Anonim, t.t. Sejarah Lembaga Arsip Nasional Indonesia, dalam http://anri.go.id/history.html.

Effendhie, Machmoed. 2008. “Arsip dan Arsiparis Indonesia (Sebuah Catatan Kecil)” dalam Buletin Kearsipan “Khazanah UGM” Volume I No 1, September 2008.

Parani, Yulianti L. t.t. “Sejarah Tata Kearsipan di Indonesiadalam www.anri.go.id/…/Artikel_Online_Sejarah_Tata_Kearsipan_di_Indonesia.

Sri Margana. 2011. “Arsip Sebagai Sumber Penelitian Sejarah” dalam http://www.bpadjogja.info/file/151e2b236ed55c34bdf41d4bcbf036d9.pdf.

Utomo, Djoko. 2012. “Arsip Sebagai Simpul Pemersatu Bangsa” dalam Jurnal Kearsipan ANRI, Vol. 7/ANRI/12/2012.

Waluyo. 2009. “Sadar Arsip dan Kesadaran Sejarah” dalamhttp://arsip.ugm.ac.id/buletindetil.php?id=57

LN RI, Thn 1971 No. 32; LN RI thn 2009, No. 152, Tbhln No, 507; LN Thn 2008, No. 58; dan LN RI Thn. 2008, No. 61.

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Oll Lates News

Menimbang Blockchain sebagai Jalan Keluar Krisis Industri Media

LENTERA.CO.ID -- Penulis: Iqbal T. Lazuardi Siregar (Jurnalis lepas....

Ahmad Dahlan dan Transformasi Islam

LENTERA.CO.ID -- Penulis: Zacky Khairul Umam (Mahasiswa doktoral di...

Bagaimana Omnibus Law Ciptaker Mengangkangi Otonomi Daerah?

LENTERA.CO.ID -- Penulis: Sri Lestari Wahyuningroem (Peneliti Ilmu Politik...

TERPOPULER

Perusahan tak Transparan dalam Pembayaran Royalti, Nuryadin:  Harus Dibentuk Pansus

LENTERA.CO.ID -- Anggota komisi III DPRD Halmahera Tengah, Nuryadin...

Komisi III DPRD Halteng Menanggapi Desakan LSM NorMA

LENTERA.CO.ID – LSM North Mollucas Advocation menyatakan, sejauh ini...

Saat Polisi-Jaksa Langgengkan Kriminalisasi

LENTERA.CO.ID -- Septandi Alfianto kaget saat menerima surat panggilan...

DPRD dan Pemda Halteng Didesak untuk Menindak PT. PPA

LENTERA.CO.ID – Menanggapi masalah tenaga kerja perusahaan, Direktur LSM...

DPC PDIP Halteng Buka Penjaringan Bakal Calon Legislatif, Target 8 Kursi

LENTERA.CO.ID – Menindaklanjuti Surat Dewan Pimpinan Pusat, Partai PDI...

Bharada RE Bertemu Sambo di Reka Adegan Pembunuhan Brigadir J

LENTERA.CO.ID -- Tersangka Bharada Richard Eliezer (RE) dipastikan hadir...

Peragakan 78 Adegan dalam Pembunuhan Brigadir J

LENTERA.CO.ID -- Rekonstruksi pembunuhan Brigadir Nofriansyah Hutabrat (J) akan...

Rusia akan Latihan Militer Bersama China dan Negara Sekutu

LENTERA.CO.ID -- Rusia akan menggelar latihan militer di timur...

Dorong Ekonomi Digital, Solusi Energi Luncurkan Metaverse MyVerse

LENTERA.CO.ID -- Saat ini Metaverse sedang menjadi topik hangat...

Sidang KEPP, Sambo Dipecat

LENTERA.CO.ID -- Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia...